Terkait Jebolnya Irigasi Krueng Pasee
Bupati Aceh Utara, Ilyas A.Hamid, mengatakan kepada Independen, Senin (12/5) program penanaman kedelai merupakan antisipasi terhadap dihentikannya penanaman padi selama dua musim tanam, karena menunggu perbaikan irigasi Krueng Pasee. Juga dimasudkan untuk mengatasi krisis pangan di Aceh Utara.
Walau masih diragukan, tetapi dirinya sangat yakin dengan kesungguhan petani dan kemajuan teknologi dalam bidang pertanian, akan bisa menghasilkan kedelai yang berkualitas di Aceh Utara. “Tanam kedelai merupakan pengalaman kita yang baru pertama kalinya di Aceh Utara. Tetapi saya yakin kalau kesungguhan masyarakat dan kemajuan teknologi dapat menghasilkan kedelai yang baik di Aceh Utara, “katanya.
Namun menurutnya, keberhasilan tersebut harus dibarengi dengan adanya penyuluhan dan bimbingan kepada petani. Karena kedelai merupakan hal baru dalam pertanian Aceh Utara. Pasalnya sebelumnya masyarakat setempat lebih bercocok tanam pada tanaman padi.
“Sambil bendungan yang sedang dalam perbaikan darurat sekarang, Pemkab telah mengambil kebijakan untuk mengembangkan Kedelai, kita dapat bantuan APBN sekitar 8000 hektar dan APBK sekitar 500 hektar. Jadi di Aceh Utara akan direalisasi sekitar 8.500 hektar, “Kata Ilyas A.Hamid, kepada Independen, disela-sela pananaman perdana Kedelai di Desa Ujong Baroh, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.
Sementara Kepala Dinas Pertanian setempat, Ir. M. Abbas mengatakan program aksi kedele di Kabupaten Aceh Utara tahun ini, dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah, yaitu percepatan peningkatan produksi kedelai.
Dalam hal ini pemerintah pusat melalui Departemen Pertanian telah mengalokasikan bantuan benih untuk Kabupaten Aceh Utara yang bersumber dari APBN, melalui Cadangan Benih Nasional (CBN), Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU), Upsus, APBN murni, dan kemitraan pelaksanaan meliputi tiga periode tanam yaitu Maret/April, Juni/Juli, dan Oktober sampai dengan November 2008, “terangnya.
Dan adapun bantuan banih kedelai yang bersumber dari APBN tersebut, terbagi atas CBN sebanyak 1.000 hektar masa tanamnya Maret sampai April, BLBU, 2.000 Hektar masa tanam Maret/April, Upsus, 2.000 hektar masa tanam Juni sampai Juli, APBN murni sekitar 1.000 hektar yang masa tanamnya Juni sampai Juli, dan kemitraan yang masa tanamnya Oktober sampai dengan November ada sekitar 2.000 hektar. “Realisasi penyaluran sudah kita lakukan sekitar 1.280,75 hektar, meliputi 17 Kecamatan, dan 62 desa di Aceh Utara, “katanya.
Dikatakan Camat Tanah Luas, M.Ridwan, SP.MP, yang mendapat kesempatan dilakukan penanaman perdana kedelai didaerahnya, mengaku sangat senang. Karena alih tanam padi kekedelai yang dilaksanakan Pemkab setempat merupakan jawaban dari keluhan masyarakat yang selama ini mengeluh akibat tidak bisa bercocok tanam padi, disebabkan rusaknya bendungan irigasi Krueng Pasee, sehingga petani tidak bisa mengairi sawahnya. [dedi fariadi]


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda